CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 04 April 2012

Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini


Anak dilahirkan dengan membawa potensi kreatif. Pada awal perkembangannya anak dapat memanipulasi gerakan ataupun suara dengan kemampuan pengamatan dan pendengarannya. Anak mampu menciptakan apapun yang dia inginkan melalui benda-benda disekitarnya. Sebab ia belajar mencoba, meniru, berkreasi, dan mengekspresikan diri sesuai dengan gayanya sendiri yang khas dan unik. Kreativitas menurut James J. Gallagher (1985) ialah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya. Selanjutnya Sumiawan (1997) mengemukakan kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas perlu dikembangkan sejak dini  menurut Munandar terdapat beberapa faktor, yaitu :

a.       Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya. Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
b.      Kreativitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah.
c.       Kreativitas memberikan kepuasan kepada individu.
d.      Kreativitas dapat meningkatkan kualitas hidup.
Dari beberapa faktor yang telah dijelaskan diatas, maka anak  membutuhkan aktivitas kreatif. Sebagai seorang pendidik sudah seharusnya mengembangkan kreativitas peserta didiknya, melalui :
1.      Menumbuhkan sikap dasar kreatif pada anak usia TK
Anak sangat mudah dalam menyerap segala ilmu yang diberikan oleh guru, hal inilah yang mendasari anak dikatakan sebagai “Golden Age” atau usia keemasan.  Salain hal ini, anak memiliki sikap natural yang mendasar dan hal ini harus dikembangkan sehingga sifat kreativitasnya dapat tumbuh dan berkembang. Sifat natural anak, antara lain:
a.       Pesona dan rasa takjub
Sifat khas anak ketika ia merasa takjub dengan hal baru yang mereka temui. Rasa takjub ini dapat hilang jika lingkungan tidak belajar pada anak untuk menghargai alamdengan segala keajaiban penciptaan. Sebagai pendidik  dapat membantu mempertahankaan kemurnian anak dengan menghargai, mendengarkan dan menerima anak apa adanya.
b.      Mengembangkan imajinasi
Imajinasi merupakan suatu yang identik pada anak. Melalui imajinasi ini suatu hal yang tak mungkin menjadi mungkin bagi anak. Sebagai contoh, anak mendapati kursi dan mendorongnya. Anak berimajinasi bahwa kursi yang didorong tersebut merupakan gerobak sayur. Orang tua sering beranggapan bahwa anak yang semacam ini kelak ketika dewasa menjadikannya pengkhayal padahal hal ini sangat bermanfaat ketika orang tua maupun guru dapat mengembangkan imajinasi anak. Lewat imajinasi menjadikan anak mampu mengembangkan kreativitasnya. Sikap yang harus ditunjukkan orang tua maupun guru dengan memahami, menghargai, membimbing dan mendukung imajinasi serta mengajak anak untuk mewujudkannya agar dapat berguna bagi yang lain.
c.       Rasa ingin tahu
Rasa ingin tau merupakan perwujudan dari rasa takjub. Anak yang takjub dengan sesuatu hal yang baru maka ia ingin mengetahui segala informasi secara detail. Rasa ingin tahu ini merupakan sifat dasar kretivitas. Selanjutnya untuk mengembangkan rasa ingin tahu pada anak dengan tidak melarang anak untuk mengexplore hal-hal yang menarik bagi anak.
d.      Banyak bertanya
Orang tua terkadang sebal ketika anaknya terus bertanya. Padahal anak yang selalu bertanya menunjukkan bahwa anak aktif dan cerdas. Ketika anak belum dapat menerima jawaban atas apa yang ditanyakan anak akan terus bertanya sampai anak mampu menerimanya.
2.      Memberikan pengarahan program pengembangan kreativitas pada anak usia TK
Dalam menyukseskan program pengembangan  kreativitas di taman kanak-kanak, perlu adanya perhatian dari pendidik, yaitu :
a.       Kegiatan belajar yang menyenangkan
b.      Pembelajaran dalam bentuk kegiatan bermain
c.       Mengaktifkan siswa
d.      Memadukan berbagai aspek pembelajaran dan perkembangan
e.       Pembelajaran  dalam bentuk konkret
f.       Pecinta seni dan keindahan
g.      Memiliki kecintaan yang tulus terhadap anak
h.      Memiliki ketertarikan terhadap perkembangan anak
i.        Bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak
j.        Hangat dalam bersikap
k.      Memiliki sikap konsisten akan tetapi dinamis
l.        Bersedia bermain dengan anak
m.    Luwes dan lincah menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak
n.      Memberi kesempatan pad anak untuk menjelajahi lingkungan
o.      Memberi kesempatan pada anak untuk mencoba dan mengembangkan kemampuan, daya pikir dan daya ciptanya.

Yeni Rachmawati. Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak-kanak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 04 April 2012

Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini


Anak dilahirkan dengan membawa potensi kreatif. Pada awal perkembangannya anak dapat memanipulasi gerakan ataupun suara dengan kemampuan pengamatan dan pendengarannya. Anak mampu menciptakan apapun yang dia inginkan melalui benda-benda disekitarnya. Sebab ia belajar mencoba, meniru, berkreasi, dan mengekspresikan diri sesuai dengan gayanya sendiri yang khas dan unik. Kreativitas menurut James J. Gallagher (1985) ialah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan ataupun produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya. Selanjutnya Sumiawan (1997) mengemukakan kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas perlu dikembangkan sejak dini  menurut Munandar terdapat beberapa faktor, yaitu :

a.       Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya. Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
b.      Kreativitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah.
c.       Kreativitas memberikan kepuasan kepada individu.
d.      Kreativitas dapat meningkatkan kualitas hidup.
Dari beberapa faktor yang telah dijelaskan diatas, maka anak  membutuhkan aktivitas kreatif. Sebagai seorang pendidik sudah seharusnya mengembangkan kreativitas peserta didiknya, melalui :
1.      Menumbuhkan sikap dasar kreatif pada anak usia TK
Anak sangat mudah dalam menyerap segala ilmu yang diberikan oleh guru, hal inilah yang mendasari anak dikatakan sebagai “Golden Age” atau usia keemasan.  Salain hal ini, anak memiliki sikap natural yang mendasar dan hal ini harus dikembangkan sehingga sifat kreativitasnya dapat tumbuh dan berkembang. Sifat natural anak, antara lain:
a.       Pesona dan rasa takjub
Sifat khas anak ketika ia merasa takjub dengan hal baru yang mereka temui. Rasa takjub ini dapat hilang jika lingkungan tidak belajar pada anak untuk menghargai alamdengan segala keajaiban penciptaan. Sebagai pendidik  dapat membantu mempertahankaan kemurnian anak dengan menghargai, mendengarkan dan menerima anak apa adanya.
b.      Mengembangkan imajinasi
Imajinasi merupakan suatu yang identik pada anak. Melalui imajinasi ini suatu hal yang tak mungkin menjadi mungkin bagi anak. Sebagai contoh, anak mendapati kursi dan mendorongnya. Anak berimajinasi bahwa kursi yang didorong tersebut merupakan gerobak sayur. Orang tua sering beranggapan bahwa anak yang semacam ini kelak ketika dewasa menjadikannya pengkhayal padahal hal ini sangat bermanfaat ketika orang tua maupun guru dapat mengembangkan imajinasi anak. Lewat imajinasi menjadikan anak mampu mengembangkan kreativitasnya. Sikap yang harus ditunjukkan orang tua maupun guru dengan memahami, menghargai, membimbing dan mendukung imajinasi serta mengajak anak untuk mewujudkannya agar dapat berguna bagi yang lain.
c.       Rasa ingin tahu
Rasa ingin tau merupakan perwujudan dari rasa takjub. Anak yang takjub dengan sesuatu hal yang baru maka ia ingin mengetahui segala informasi secara detail. Rasa ingin tahu ini merupakan sifat dasar kretivitas. Selanjutnya untuk mengembangkan rasa ingin tahu pada anak dengan tidak melarang anak untuk mengexplore hal-hal yang menarik bagi anak.
d.      Banyak bertanya
Orang tua terkadang sebal ketika anaknya terus bertanya. Padahal anak yang selalu bertanya menunjukkan bahwa anak aktif dan cerdas. Ketika anak belum dapat menerima jawaban atas apa yang ditanyakan anak akan terus bertanya sampai anak mampu menerimanya.
2.      Memberikan pengarahan program pengembangan kreativitas pada anak usia TK
Dalam menyukseskan program pengembangan  kreativitas di taman kanak-kanak, perlu adanya perhatian dari pendidik, yaitu :
a.       Kegiatan belajar yang menyenangkan
b.      Pembelajaran dalam bentuk kegiatan bermain
c.       Mengaktifkan siswa
d.      Memadukan berbagai aspek pembelajaran dan perkembangan
e.       Pembelajaran  dalam bentuk konkret
f.       Pecinta seni dan keindahan
g.      Memiliki kecintaan yang tulus terhadap anak
h.      Memiliki ketertarikan terhadap perkembangan anak
i.        Bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak
j.        Hangat dalam bersikap
k.      Memiliki sikap konsisten akan tetapi dinamis
l.        Bersedia bermain dengan anak
m.    Luwes dan lincah menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak
n.      Memberi kesempatan pad anak untuk menjelajahi lingkungan
o.      Memberi kesempatan pada anak untuk mencoba dan mengembangkan kemampuan, daya pikir dan daya ciptanya.

Yeni Rachmawati. Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak-kanak

0 komentar: